Tampilkan postingan dengan label smp negeri 14 Dumai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smp negeri 14 Dumai. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2022

Syair Yasin Empat Satu - Ngah Aroel

 



 

Kite mula kan dengan bismillah

Supaya sekalian tidak lah salah

Untuk membaca ini risalah

Tentang manusia yang disumpah

 

Syair dibuat dihari senja

Tiadalah ragu tiadalah manja

Jika salah tiada sengaja

Syair ditulis tiada bermeja

 

Kisah bermula di ujung kampong

Ramailah orang berbondong-bondong

Memakai baju dan serta sarong

Hendak menengok budak melolong

 

Ibunya bernama si aminah

Terkadang senang terkadang susah

Hanya menjual sayur sececah

Asal mendapat rezki yang sah

 

Ketika pagi ibunya menangis

Sebab semalam hati nya bengis

Puaslah sudah untuk mengais

Rezeki datang tiada yang laris

 

Konon bernama ahmad senjani

Anak putera yang gagah berani

Masih bujang belum berbini

Duduk sehari entah apa yang dinanti

 

Sekejap setan datang menggoda

Pikirkan jahat telah pun ada

Hati meratap didalam dada

Melihat harta di depan mata

 

Khilaf lah sudah tingkah laku

Harta yang ada masuk ke saku

Jika di Tanya tidak kan mengaku

Lidah terbelit mulut terpaku

 

Ibu menangis tiada tara

Harta di peti sudah tiada

Supaya penyamon menjadi jera

Ibu lakukan segala cara

 

Tibalah hari dimalam jum’at

Ramai berdatangan orang jemaat

Membaca yasiin dengan lah hormat

Agar penyamon dapat siasat

 

Ibunya tiadalah mengetahui

Jikalau anak nya yang mencuri

Terselip sangka jiran kanan kiri

Nampak nye banyak orang yang iri

 

Yasin dibaca sebanyak empat puluh

Hingga badan berkeringat peluh

Nantinya hati pencuri semakin luluh

Jika disumpah tiada mengeluh

 

Ibu bermaksud menolak bala

Bagai melepas sengatan kala

Sumpah dibaca di sela sela

Ingin pencuri menjadi gila

 

Ahmad sajuni tiadalah takut

Hanya sahaje sedikit terkejut

Seri di wajah semakin kelut

Jika mengaku tidak lah patut

 

Yasiin dibaca telah pun selesai

Jemaat pulang dengan pun santai

Ahmad saujani ubah perangai

Meloncat loncat seperti tupai

 

Sumpah dibaca menjadi kekal

Saujani mengata hilang lah akal

Tiada badan tiadalah kekal

Kini ibu nya menjadi kesal

 

Ibu termenung seorang diri

Yang disumpah anak sendiri

Dua minggu tak sadarkan diri

Nasi dikunyah tidak memberi

 

Demikian lah syair nya kami

Syair dibuat karang sendiri

Jika disalah jangan dicaci

Kami pun tau akan diri

 

Rindang lah sudah sikayu buluh

Dibuat biduk untuk berkayuh

Hamba menyusun jari sepuluh

Meminta maaf berhati luluh

 

Ngah aroel

Senin, 23 Januari 2017

DILANDA HUJAN HEBAT, SMPN 14 DUMAI BANJIR


Tanjung Palas. Hujan yang tak begitu deras hari ini (23/1/2017) namun berdurasi yang sangat lama membuat lingkungan SMPN 14 Dumai kebanjiran, daerah yang paling rentan terkena banjir adalah persis di halaman utama sekolah tersebut, hal ini disebabkan masih tergolong kawasan rendah. Terlebih lagi letak dari sekolah ini tak begitu jauh dari laut.

Oleh karena hujan tak kunjung berhenti yang diperkirakan mulai dari subuh hari dan belum tahu kapan berhenti membuat proses pembelajaran tidak efektif, meski demikian, proses pembelajran tetap berlansung walaupun sebagian siswa tak dapat hadir ke sekolah disebabkan jarak rumah siswa dengan sekolah relatif jauh. Pihak sekolah memaklumi hal tersebut. " kita beri dispensasi kepada siswa yang tidak dapat hadir pada hari ini" ujar salah seorang guru sekolah tersebut kepada tim redaksi sekolah.

Efek hujan berkepanjangan juga membuat kegiatan rutin Upacara senin pagi pun ditiadakan. jika dipaksakan diadakan upacara tersebut tentu dapat menganggu kesehatan siswa.

Hingga berita ini diposting hujan belum berhenti. "kami berharap kepada seluruh siswa agar dapat diusahakan tetap datang ke sekolah, agar proses pembelajaran di kelas tidak ketinggalan pelajaran" ujar Pak Arul. (red).

KISI KISI UN SMP/MTS 2017


KISI KISI UN SMP/MTS 2017

Sebagai acuan bahan pembelajaran bagi peserta didik yang memfokuskan untuk melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2017. Redaksi mencoba untuk berbagi kisi kisi UN tahun 2017. berikut link download pdfnya,


Terima Kasih.
Semoga Bermanfaat !!

GURINDAM DUA BELAS


GURINDAM DUA BELAS
karya: Raja Ali Haji
Satu
Ini Gurindam pasal yang pertama:
Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah,
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
Tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
Tahulah ia dunia mudarat.
Dua
Ini Gurindam pasal yang kedua:
Barang siapa mengenal yang tersebut,
Tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
Seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
Tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
Tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
Tiadalah ia menyempurnakan janji.
Tiga
Ini Gurindam pasal yang ketiga:
Apabila terpelihara mata,
Sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
Khabar yang jahat tiadaiah damping.
Apabila terpelihara lidah,
Niscaya dapat daripadanya paedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
Daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
Keluarlah fi’il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
Di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
Daripada berjaian yang membawa rugi.
Empat
Ini Gurindam pasal yang keempat:
Hati itu kerajaan di daiam tubuh,
Jikalau zalim segala anggotapun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
Datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
Di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
Nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung.
Tanda orang yang amat celaka,
Aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
Itulah perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
Janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
Mulutnya itu umpama ketor.
Di mana tahu salah diri,
Jika tidak orang lain yang berperi.
Lima
Ini Gurindam pasal yang kelima:
Jika hendak mengenai orang berbangsa,
Lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
Sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
Lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
Bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
Di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
Enam
Ini Gurindam pasal yang keenam:
Cahari olehmu akan sahabat,
Yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
Yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
Yang boleh dimenyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
Pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan ‘abdi,
Yang ada baik sedikit budi,
Tujuh
Ini Gurindam pasal yang ketujuh:
Apabila banyak berkata-kata,
Di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
Itulah landa hampirkan duka.
Apabila kita kurang siasat,
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
Jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
Itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
Sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
Menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
Lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
Lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
Tidak boleh orang berbuat honar.
Delapan
Ini Gurindam pasal yang kedelapan:
Barang siapa khianat akan dirinya,
Apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
Orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
Daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
Biar dan pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
Setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
Kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
Keaiban diri hendaklah sangka.
Sembilan
Ini Gurindam pasal yang kesembilan:
Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan,
Bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
Itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
Di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
Di situlah syaitan tempat bergoda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
Di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
Syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
Dengan syaitan jadi berseteru.
Sepuluh
Ini Gurindam pasal yang kesepuluh:
Dengan bapa jangan durhaka,
Supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
Supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
Supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan kawan hendaklah adil,
Supaya tangannya jadi kapil.
Sebelas
Ini Gurindam pasal yang kesebelas:
Hendaklah berjasa,
Kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
Buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
Buanglah khianat.
Hendak marah,
Dahulukan hujjah.
Hendak dimalui,
Jangan memalui.
Hendak ramai,
Murahkan perangai.
Duabelas
Ini Gurindam pasal yang kedua belas:
Raja mufakat dengan menteri,
Seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.
Hukum ‘adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh ‘inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
Tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
Tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
Itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
Kepada hati yang tidak buta.
Tamatlah Gurindam yang duabelas pasal yaitu karangan kita Raja Ali Haji pada tahun Hijrah Nabi kita seribu dua ratus enam puluh tiga likur hari bulan Rajab Selasa jam pukul lima, Negeri Riau, Pulau Penyengat.
Keterangan :

Bakhil ; kikir atau pelit
Balai : rumah tempat menanti raja (di antara kediaman raja-raja)
Bachri : hal mengenai lautan (luas)
Berperi : berkata-kata
Cindai : kain sutra yang berbunga-bunga
Damping : dekat, karib, atau akrab
Fi’il : tingkah laku, perbuatan
Hujjah : tanda, bukti, atau alasan
Inayat : pertolongan atau bantuan
Kafill : majikan atau orang yang menanggung kerja
Kasa : kain putih yang halus
Ketor : tempat ludah (ketika makan sirih), peludahan
Ma’rifat : tingkat penyerahan diri kepada Tuhan yang setahap demi setahap sampai pada tingkat keyakinan           yang kuat
Menyalah : melakukan kesalahan
Mudarat : sesuatu yang tidak menguntungkan atau tidak berguna
Pekong : (pekung) penyakit kulit yang berbau busuk
Penggawa : kepala pasukan, kepala desa
Perangai : sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan
Senonoh : perkataan, perbuatan, atau penampilan yang tidak patut (tidak sopan)
Tegah : menghentikan
Teperdaya : tertipu
Termasa : tamasya

Rabu, 15 Oktober 2014

teks fabel "LEBAH DAN BURUNG KAKAK TUA"

Pada suatu hari, hiduplah seekor burung kakak tua dan lebah disebuah ranting pohon. Burung kakak tua  adalah teman setianya, mereka selalu hidup bersama. Lebah adalah seekor hewan yang baik hati dan suka menolong dan tentunya kakak tua juga burung yang baik hati
   Hingga pada suatu hari, mereka sepakat untuk mencari makanan di hutan. Dengan tangan kosong dan tubuh mungil mereka bergegas pergi kehutan untuk mencari makanan agar pasokan makanan tak habis. Saat dipertengahan jalan, tiba tiba datang lah seekor burung yang sayang besar. Ternyata burung itu adalah si burung elang yang jahat dan rakus. Karna terkejut, kakak tua panik dan langsung pergi terkocar kacir. Rupanya si elang tersebut melihat kakak tua yang sedang berlari, dengan sigap si elang langsung mengejar kakak tua tersebut.
   Lalu, lebah pun tak tinggal diam, ia mencari akal bagaimana untuk menyelamatkan sahabatnya itu. Ia berlari menuju tempat parakawanannya yang biasa nongkrong di dalam goa tersebut.
setelah berbagai strategi disiapkan, lebah dan parakawannya pun pergi bergegas untuk menghampiri si elang tersebut. Peperangan pun dimulai, segerumbulan lebah pun mengejar si elang dan menyengat tubuh elang tersebut sampai bentol bentol, dan akhirnya si elang itupun kalah. Alhasil, berhasilah parakawanan lebah mengusir elang dan menyelamatkan kakak tua sahabatnya.
   Akhirnya, burung kakak tua pun selamat dari burung elang tersubut. Karna kejadian itu, elang tak berani datang ke hutan itu lagi karna takut kena sengatan para lebah tersebut. Semenjak kejadian itu, burung kakak tua, lebah dan parakawannya pun aman dari marabahaya dan mereka bias mencari makanan tanpa ada yang mengganggu mereka

~tamat


oleh : CHADITTA CHALYSTA ANTONIA
kelas : 8.5

puisi "IBU"

Ibu..
kau yang mengandungku selama 9 bulan
melahirkanku bertaruh kan nyawa
dan kau merawatku dengan kasih sayang
Ibu..
Kau bagaikan malaikat yang selalu ada menemani hariku
mulai dari bayi kau rawat aku
sampai sekarang pun kau tak pernah bosan merawatku
Ibu..
mungkin aku pernah berbuat salah padamu
sampai membuatmu menangis karna ulahku
kau selalu sabar menghadapiku..
terkadang kau memarahiku tapi itu hanya sesaat
Ibu..
kau lah pelita hatiku..
tanpa mu, sepi duniaku
tanpamu juga hidupku tak berarti

Ibu..
maafkan aku,,
walau kata maaf itu hanya sesekali terucap dibibirku
aku sayang padamu ibu, aku tak mau kehilanganmu
terima kasih ibu, karna kau hidup ku menjadi berarti
ibu,, YOU ARE MY EVERYTHINK
J

oleh : CHADITTA CHALYSTA ANTONIA
kelas : 8.5

Teks biografi "kehidupan Yulianty Machmud"

Biografi tentang orang tua :
   Ibu saya bernama Yulianty Machmud, yang lebih senang disapa joyah. Beliau lahir pada tanggal 11 Juli 1971 di Dumai tepatnya di Provinsi riau.
   Sejak kecil, ibu saya sudah terbiasa hidup mandiri dengan keluarga yang biasa dibilang sederhana. Sekarang, ibu saya harus bekerja sendiri karna ayah saya sudah meninggal. Penghasilannya pun tidak terlalu besar untuk menghidupi ke empat anaknya yang sekarang bersamanya. Sebenarnya, jumlah anak ibu saya yaitu enam, abang saya yang paling besar sudah pergi mendahului kami dan kakak saya tinggal bersama tantenya di Sulawesi.
   Untuk mendapatkan penghasilan sendiri, ibu saya memutuskan untuk berjualan di depan rumah, dan setiap saya pulang sekolah, saya yang menggantikan posisi ibu saya berjualan setiap hari. Ibu saya tak pernah letih mencari uang untuk menghidupi dan menbiayai sekolah anak anaknya.
   Namun hal itu tak berlangsung lama, musibah mendatangi ibu saya, Ibu saya jatuh sakit dan tidak bias berjualan pada hari itu , sehingga uang yang disisakan untuk membeli bahan jualan pun habis untuk membeli obat ibu sya. Akhirnya uang itu pun habis dan tidak bisa membeli modal lagi.
   Setelah sembuh ia mencari kerja lagi untuk membiayai kami, ia tak pernah putus asa, ia mencari nafkah dari awal lagi menjadi seorang karyawan di RGM, tepatnya di kota Pekanbaru. Meskipun kami sekeluarga tidak lagi tinggal dirumah kami yang lama, melainkan di rumah adeknya ibuku.
   Ibu saya adalah sosok pekerja keras yang tekun dan bersemangat dalam bekerja, dan ia tak pernah merasa kecil hati. Ia selalu bersyukur dan tak pernah pantang menyerah. Terbukti dari semua kerjanya, akhirnya sekarang kami kembali mempunyai usaha sendiri yaitu jualan lauk didepan rumah, sama halnya dulu waktu pertama kali ibuku berjualan lauk didepan rumah, namun sekarang saya yang bertugas untuk menjaganyanya dan ibu saya masih melanjutkan pekerjaannya sebagai karyawan. Hasilnya pun kini sedikit lebih besar dari sebelumnya, yang mana cukup untuk memenuhi kebutuhan dan membiayai sekolah kami.

   Meskipun sekarang ibu saya sibuk dengan pekerjaannya, ibu saya tak pernah lupa dengan anak anaknya. Ia tak terlalu keras dalam mendidik tatapi cukup disiplin. Kecintaan ibu saya pada kami semua dibuktikan dengan memberikan perhatian dan kasih saying yang tulus untuk kami. Ibu saya adalah sosok orang tua yang luar biasa. ~

oleh : CHADITTA CHALYSTA ANTONIA
kelas : 8.5

Rabu, 17 September 2014

struktur cerita fabel "kancil Menipu kera"



Baik kawan kawan, kali ini saya akan memberikan sebuah cerita fabel lengkap dengan strukturnya. Semoga bermanfaat ya....


KANCIL  MENIPU  KERA     = judul


PERKENALAN
          Ada seekor kancil menemukan kebun pisang yang luas  dan banyak buah nya. Ia senang bukan kepalang ,ia menceritakan penemuan nya itu kepada     hewan hewan lainnya. Tapi ingat ya kebun itu milik pak tani ,jika kalian kesana  pasti akan di bunuh nya ’’kata kancil’’.                                                               Sikera juga mendengar  kabar kebun pisang yang luas itu .Setelah  bersusah payah, ia menemukan kebun pisang pak tani .

KONFLIKASI
Kancil menyusup kedalam ,namun ia tidak bisa  mengambil pisang diatas pohon. Lagi berfikir keras, tiba tiba  kancil di lempar kulit pisang. Ia bermaksud lari,takut yang melempar nya pak tani .Ketika ia mendongak keatas tahulah pelempar nya, si kera nakal. Sialan ter nyata kau kera !!!….dasar kera jelek  dan bodoh !!!. Hehehehe…. Biar bodoh begini aku bisa manjat dan menikmati pisang sepuas hatiku.. Dasar kera bodoh ,lemparan mu tadi tidak mengenai tubuh ku .sebab kau gunakan kulit nya coba lempari aku dengan pisang pasti kena. Tapi apa kau bisa kera bodoh  ????

KLIMAKS 
Kera tersinggung disebut bodoh lalu  ia melempar kancil  dengan pisang betulan. “nih !bejut kau! ”Kancil berkelit pisang  tidak mengenai tubuh nya Dasar kera bodoh !! Lemparan mu meleset, coba lagi !!
          Cukup banyak pisang matang yang di lempar  kera, ada 30 buah kini tinggal 2 buah pisang matang yang ada di pohon “hehehehe… Ayo masi mau melempar lagi??” ejek kancil Kera nekat melempar lagi  namun lemparan nya tetap meleset !


PENYELESAIAN
Kini kera mulai sadar bahwa kancil memang sengaja mengibulinya . Karrena tinggal satu buah, dan kera masih lapar  ia tak jadi melempar kancil lagi, ia makan buah pisang yang tinggal sebuah itu. Sementara si kancil segera menggumpulkan pisang-pisang yang berceceran, dan memakannya denga sepuas hati. “heheheheheh dasar kera bodoh”.

AMANAT
Janga mudah terbawa emosi dan cepat tanggap. Pada perkataan orang lain dan tidak mudah terpenggaruh .



Ditulis oleh : Novi Wulandari
Kelas : 8.5

Selasa, 16 September 2014

Cerita Fabel "Si Kancil dan Buaya"



SIKANCIL DAN BUAYA
ditulis ulang oleh : Vira Rizki Aranda
kelas : 8.8

Ditengah hutan yang rimba yang penuh dengan beribu bahkan berjuta –juta jenis pepohonan,bermacam ragam panorama alam,mulai pepohonan yang besar dan tinggi,itulah hutan rimba yang subur.Hijau dan rindangnya pepohonan,sungai yang besar membelah hutan,beningnya air adalah mineral alam yang luar biasa.Mulai dari binatang yang kecil,besar maupun buas,seperti Gajah,harimau,gorila,singa,buaya dan juga kancil yang dijuluki sikancil.
Kancil walaupun kecil tapi iya sangat gesit dan cerdas,kancil tangkas dan licik’dalam habitatnya semua hewan-hewan itu adalah rantai makanan,sunagi yang sangat menjijikan itu jugatempat hidupnya banyak binatang seperti ikan,buaya,ular dan lainya,masing-masing saling memangsa dan dimangsa.
Hewan besar penunggusunagi adalah kawalan buaya yang dengan buasnyamemangsa apapun yang terlintas dihadapanya.
Pada suatu hari kawalan Buaya pun mengumpul dipermukaan sungai untuk menanti mangsanya disiang hari,karna pada siang hari semua jenis hewanuntuk melepaskan dahaga pasti turun kesungai mencari air.Kembali kepada cerita sikancil yang cerdik,hewan pemakan rumput dan dedaunan lagi enaknya memakan dedaunan,tiba-tiba terkejut dan melompat,lalu sikancil mengintip ada apa gerangan yang membuat iya tekejut,rupanya seekor harimau sedang mengintipnya,lalu sikancil mengintip harimau danakhirnya mereka saling intip-mengintip,tak lama kemudian harimaupun mendekat untuk menerkam si kancil.Dalam hati harimau berkata”Ini makanan yang paling enak yang ku tunggu-tunggu”,rupanya sikancil terpojok disudut pohon besar dan tak ada jalan untuk melarikan diri,begitu sang raja hutan mendekat hendak menerkamnya,sikancil pun mempunyai ide dan sikancil berkata”Wahai sang raja hutan,ampunilah aku,jangan terkam aku,daging aku ini tak enak sudahlah kecil yang ada hanya tulang”,lalu raja hutanpun berkata”Pucuk dicinta ulam pun tiba,dari pada gak ada sama sekali biar pun sedikit terlepas juga rasa lapar.”
Kancil pun memohon pada harimau,lalu sikancil pun menawarkan seekor babi kepada harimau,harimaupun berpikir,iya juga dari pada aku makan kancil aku gak kennyang,bagus aku terima tawaran sikancil,kalau begitu ayolah kata harimau kepada kancil,tunjukan pada ku dimana babi yang kau janjikan pada ku,jadi sikancil berjalan didepan harimau jalan dibelakang.Dalam perjalanan sikancil terus berpikir bagai mana cara untuk lari dari harimau,sudah jauh mereka berjalan lalu harimaupun bertanya lagi,”Hai sikancil dimana tempat babi yang kau janjikan itu”kita sudah jauh berjalan tak seekor babipun yang ku lihat,sikancil pun berkata disebelah pohon yang didepan kita,harimaupun senang,rupanya sikancil membawa harimau keerah yang gak jauh dari sungai,ternyata babi yang dijanjikan itu tidak ada harimaupun ngamuk dan marah lalu mengejar sikancil,sikancil pun meminta pertolongan,rupanya suara sikancil didengar oleh kawaln buaya yang juga sedang kelaparan,dua ekor buaya sedang menunggu ditepi sungai menunggu kehadiran sikancil untuk dasantapnya,kancilpun tak boleh hilang akal,kancil berkata”ah aku ada ide biar bisa terlepas dari harimau dan bauaya,aku harus menjanjikan makakan yang lebuh enak dan lebih besar dari pada dirinya”,Sikancil menawarkan babi kepada buaya,buaya pun menirima tawaran sikancil,tapi dengan satu syarat kata sikancil berbarislah dengan teratur mulai dari tepi sungai ini samapai keseberang sana kata sikancil,sang buayapun memanggil teman-temanya,tak lama kemudian sang raja hutan pun muncul”Oo....disini kau rupanya sikancil”kali ini kau tak akan kulepaskan lagi kata harimau kepada sikancil,lalu dengan tegas sikancil menjawab”Harimau raja hutan yang bodoh,aku tak akan takut dengan kau walau badan mu besar,kalau kau berani tekamlah aku kata sikancil”,harimau berpikir sejenak,berkata didalam hati,tadi kancil takut dan terbirit-birit,sekarang malah menantang,ada apa gerangan,tak lama kemudian harimau mengejar sikancil,kancilpun dengan sangat cepat melompat keatas kepala buaya yang sudah dari tadi tadi menunggunya,akhirnya sikancil dapat menyebrangi sungai berjembatan badan buaya,selaras berkata”Mampuslah kalian semua sudah ku tipu,kalian badan ja yang besar pikiran tidak ada”.
Lalu buaya-buaya pun mengamuk sambil berkata”awas kau kancil kalau berjumpa sekali lagi akan ku makan kau hidup-hidup.



KITA SEBAGAI MANISIA HARUS RAJIN BELAJAR
,TUNTUTLAH ILMU DARI BUAYAN SAMAPAI KELIANG LAHAT
BELAJAR DIWAKTU KECIL BAGAIKAN MENGUKIR DI ATAS BATU,
BELAJAR SESUDAH DEWASA BAGAIKAN MENGUKIR DIATAS AIR


kelas : 8.8
SMP Negeri 14 Dumai